Jumat, 25 Januari 2013

Laporan Penulisan Ilmiah - Pemrograman Web Menggunakan HTML


KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah swt. karena atas segala berkah, taufik dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan Laporan Penulisan Ilmiah dengan judul:
PEMROGRAMAN WEB MENGGUNAKAN HTML
            Tugas ini disusun untuk melengkapi dan memenuhi salah satu tugas mata kuliah Bahasa Indonesia pada semester 5.
Dalam penulisan tugas ini, penulis mendapatkan bimbingan serta dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu pada kesempatan ini, penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung, diantaranya :
1.      Sangsang Sangabakti. selaku dosen mata kuliah Bahsa Indonesia.
2.      Semua dosen dan karyawan Universitas Gunadarma.
3.      Kedua orang tua tercinta.
4.      Rekan-rekan mahasiswa KA07 Universitas Gunadarma.
5.      Semua pihak yang telah membantu sehingga selesai tugas ini.
6.      Pihak-pihak lain yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu.
Penulis menyadari bahwa tugas ini masih banyak kekurangannya. Oleh karena itu, penulis mohon kepada pembaca untuk memberi kritik dan saran untuk penyempurnaan penulisan di masa yang akan datang.
Demikian tugas ini kami buat semoga bermanfaat bagi kita semua.


Jakarta, Januari 2013

Penulis

DAFTAR ISI

Kata Pengantar...................................................................................................... i
Daftar Isi.............................................................................................................. ii
BAB I     PENDAHULUAN.................................................................................. 1
A.           Latar Belakang.............................................................................. 1  
B.           Identifikasi Masalah..................................................................... 1
C.           Rumusan Masalah........................................................................ 1  
D.           Tujuan Penulisan Ilmiah............................................................... 1
E.      Manfaat Penulisan Ilmiah............................................................. 2
BAB II    ISI ……................................................................................................. 3
               A.     Landasan Teori + hipotesis........................................................... 3
                        1.        Sejarah Html...................................................................... 3  
                        2         Pengertian Html.................................................................. 4
                        3         Fungsi Html........................................................................ 4
                        4.        Struktur Html..................................................................... 5
               B.      Kesimpulan Sementara................................................................. 5
BAB III   PENUTUP............................................................................................. 6
A.           Kesimpulan.................................................................................. 6  
B.           Saran............................................................................................ 6
C.           Daftar Pustaka.............................................................................. 6  

PEMROGRAMAN WEB MENGGUNAKAN HTML

BAB I
PENDAHULUAN
      A. Latar belakang masalah

Dalam dunia industri yang maju sangat pesat ini, tidak menutup kemungkinan dari hasil karya sekumpulan manusia yang mempuyai suatu tujuan. Di masa yang sudah canggih ini kita sering menggunakan web untuk mencari tahu informasi yang kita butuhkan, bahkan kita bisa berkomunikasi dengan orang lain pun lewat jejaring social. Di dalam kita berselancar di dunia maya kita memerlukan browser untuk mencari informasi apa yang kta inginkan di dunia maya. Lewat browser terdapat script – script yang di mengerti oleh computer. Dan saya membahasnya dalam proposal ini yaitu mengenai HTML Hyper Text Markup Language
B. Identifikasi masalah
Dalam identifikasi lembar identifikasi masalah ini terdapat beberapa masalah yang harus diuraikan pada proposal ini, yaitu :
-          Mengetahui fungsi HTML
-          Mengetahui struktur HTML
C. Rumusan masalah
Berkaca pada identifikasi masalah dalam rumusan masalah dapat di simpulkan :
-          Dapat mengetahui fungsi HTML pada pemrograman berbasis web
-          Dapat mengetahui struktur yang ada pada HTML
D.Tujuan penulisan ilmiah
Tujuan pembuatan Penulisan Ilmiah ini adalah penulis ingin berusaha mengetahui bagaimana fungsi yang ada pada HTML & strukturnya pada pemrograman berbasis web
      E. Manfaat penulisan ilmiah
Manfaat pembuatan Penulisan Ilmiah ini adalah supaya mengasah keterampilan penulis dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi dan sebagai bahan acuan untuk dapat membuat skripsi.



















BAB II
ISI
A.     Landasan teori + Hipotesis

1.      Sejarah HTML

            Konsep HTML diciptakan pertama kali oleh IBM pada tahun 1980 pada saat berniat membuat bahasa kode untuk menggabungkan teks dengan perintah pemformatan agar mengenali elemen dokumen dan untuk meletakkan elemen-elemen yang menandai bagian suatu dokumen seperti judul , alamat dan isi dokumen. Lalu, pada akhirnya elemen-elemen itu menjadi suatu program untuk melakukan pemformatan dokumen secara otomatis. Bahasa pemprograman untuk melakukan tugas tersebut disebut markup language, atau lebih lengkapnya IBM menamai program tersebut sebagai Generalized Markup Language (GML).
Pada tahun 1986, ISO (International Standard Organization) mengeluarkan standarisasi bagi pembuatan dokumen-dokumen behasa markrup berdasarkan GML. Hal ini ditandai dengan keluarnya ISO 8879. ISO menamai GML ini menjadi SGML (Standard Generalized Markup Language). Dalam perkembangannya, bahasa SGML  kemudian banyak digunakan di dunia penerbitan.
Pada tahun 1989, Tim Caillau bekerja sama dengan Barners Lee Robert, dan ketika mereka kerja di CERN, sebuah lembaga peneliti fisika energy tinggi di jenewa mencoba untuk menlakukan pengembangan terhadap SGML. Dan akhirnya setelah pemikiran dan perkembangan-perkembangan yang sedemikian rupa rumitnya, lahirlah HTML yang digunakan untuk membuat halaman website. HTML ini pertama kali dipopulerkan oleh browser Mosaic.
Dalam perkembangannya, pada  tahun 1990 bahasa pemformatan ini mengalami perkembangan yang sangat pesat. Sejak tahun 1996, Worl Wide Web Consortium, (WWWC) juga ikut serta dalam melakukan pengembangan dan mengeluarkan versi HTML 3.2. sejak itulah HTML digunakan sebagai bahasa standar internet yang merupakan perangkat dibawah kendali WWWC.
2.      Pengertian HTML
HTML merupakan singkatan dari Hypertext Markup Language. HTML digunakan untuk membangun halaman web. HTML digunakan untuk melakukan mark-up (penandaan) terhadap sebuah dokumen teks. Tanda tersebut digunakan untukmenentukan format atau style dari teks yang ditandai halaman web dibangun oleh  kode-kode HTML.
HTML adalah bahasa markup yang umum digunakan. Kepopuleran HTML disebakan karena HTML ini mudah digunakan. Pembuatan dokumen web dengan  HTML dapat dilakukan dengan mudah dan cepat. Dokumen web dapat tersaji dengan cepat ke banyak pembaca di seluruh dunia sekaligus. HTML mudah melakukan kontrol terhadap tampilan halaman web baik berupa teks, gambar, suara, animasi maupun video.
HTML berupa kode-kode tag yang menginstruksikan browser untuk menghasilkan tampilan sesuai dengan yang diinginkan. Sebuah file yang merupakan file HTML dapat dibuka dengan menggunakan web browser seperti Mozilla Firefox atau Microsoft Internet Explorer. HTML juga dapat dikenali oleh aplikasi pembuka email ataupun dari PDA dan program lain yang memiliki kemampuan browser

3.      Fungsi HTML

HTML seperti yang dijelaskan sebelumnya merupakan bahasa pemrograman berbahasa markup yang digunakan untuk menampilkan halaman website melalui browser. Namun tentu bukan hal iu saja yang dapat dilakukan HTML, berikut ini fungsi dari HTML.
·               Membuat, mendesain, dan mengontrol tampilan dari web page (Halaman Web) dan isinya.
·               Mempublikasikan document secara online sehingga bisa di akses, dilihat dan ditampilkan dari dan ke seluruh dunia.
·               Membuat online form yang bisa di gunakan untuk menangani pendaftaran, transaksi secara online.
·               Menambahkan object-object seperti image, audio, video dan juga java applet (aplikasi java seperti java game dll) dalam document HTML.
·               Membuat link menuju halaman web lain dengan kode tertentu (hypertext).


4.      Struktur HTML
A.        Elemen
          Elemen terdiri atas tiga bagian, yaitu tag pembuka, isi, dan tag penutup.Contonya untuk menampilkan judul dokumen HTML pada web browser digunakan element title, dimana: <title> ini adalah tag pembuka judul dokumen HTML
B.        Tag
           Adalah teks khusus (markup) berupa dua karakter "<" dan ">", sebagai contoh <body> adalah tag dengan nama body. Tag ditulis secara berpasangan, yang terdiri atas tag pembuka dan tag penutup (ditambahkan karakter "/" setelah karakter "<"), sebagai contoh <body> ini adalah tag pembuka isi dokumen HTML, dan </body> ini adalah tag penutup isi dokumen HTML.
C.        Atribut
Atribut mendefinisikan properti dari suatu elemen/tag dari HTML, yang
terdiri atas nama dan nilai



B.     Kesimpulan sementara
      Dari penjelasan di atas dapat diberikan kesimpulan sementara bahwa : HTML membuat, mendesain sebuah tampilan web






BAB III
PENUTUP

A.     Kesimpulan

-                HTML memang bahasa pemrograman web yang mudah di mengerti
-                HTML dapat mempublikasikan document yang dapat dilihat seluruh orang di dunia melaluli web
-                File HTML sebenarnya adalah file teks biasa yang selain berisi informasi yang hendak ditampilkan kepada pengguna
B.     Saran

Saran untuk aplikasi orace adalah diharapkan bagi para programmer agar lebih teiti dalam membuat script HTMl, karena jika satu huruf slah kemungkinan terjadi kesalahan/bug.

C.     Daftar Pustaka

http://muhammadrishak.blogspot.com/2012/10/muhammad-rishak-rasyak.html http://mbegedut.blogspot.com/2012/09/contoh-makalah-dasar-pemrograman-web.html#.UOmIsm_tRnQ







Minggu, 06 Januari 2013

PEMROGRAMAN WEB MENGGUNAKAN HTML


BAB I
PENDAHULUAN
      A. Latar belakang masalah

Dalam dunia industri yang maju sangat pesat ini, tidak menutup kemungkinan dari hasil karya sekumpulan manusia yang mempuyai suatu tujuan. Di masa yang sudah canggih ini kita sering menggunakan web untuk mencari tahu informasi yang kita butuhkan, bahkan kita bisa berkomunikasi dengan orang lain pun lewat jejaring social. Di dalam kita berselancar di dunia maya kita memerlukan browser untuk mencari informasi apa yang kta inginkan di dunia maya. Lewat browser terdapat script – script yang di mengerti oleh computer. Dan saya membahasnya dalam proposal ini yaitu mengenai HTML Hyper Text Markup Language
B. Identifikasi masalah
Dalam identifikasi lembar identifikasi masalah ini terdapat beberapa masalah yang harus diuraikan pada proposal ini, yaitu :
-          Mengetahui fungsi HTML
-          Mengetahui struktur HTML
C. Rumusan masalah
Berkaca pada identifikasi masalah dalam rumusan masalah dapat di simpulkan :
-          Dapat mengetahui fungsi HTML pada pemrograman berbasis web
-          Dapat mengetahui struktur yang ada pada HTML
D.Tujuan penulisan ilmiah
Tujuan pembuatan Penulisan Ilmiah ini adalah penulis ingin berusaha mengetahui bagaimana fungsi yang ada pada HTML & strukturnya pada pemrograman berbasis web
      E. Manfaat penulisan ilmiah
Manfaat pembuatan Penulisan Ilmiah ini adalah supaya mengasah keterampilan penulis dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi dan sebagai bahan acuan untuk dapat membuat skripsi.



















BAB II
ISI
A.     Landasan teori + Hipotesis

1.      Sejarah HTML

            Konsep HTML diciptakan pertama kali oleh IBM pada tahun 1980 pada saat berniat membuat bahasa kode untuk menggabungkan teks dengan perintah pemformatan agar mengenali elemen dokumen dan untuk meletakkan elemen-elemen yang menandai bagian suatu dokumen seperti judul , alamat dan isi dokumen. Lalu, pada akhirnya elemen-elemen itu menjadi suatu program untuk melakukan pemformatan dokumen secara otomatis. Bahasa pemprograman untuk melakukan tugas tersebut disebut markup language, atau lebih lengkapnya IBM menamai program tersebut sebagai Generalized Markup Language (GML).
Pada tahun 1986, ISO (International Standard Organization) mengeluarkan standarisasi bagi pembuatan dokumen-dokumen behasa markrup berdasarkan GML. Hal ini ditandai dengan keluarnya ISO 8879. ISO menamai GML ini menjadi SGML (Standard Generalized Markup Language). Dalam perkembangannya, bahasa SGML  kemudian banyak digunakan di dunia penerbitan.
Pada tahun 1989, Tim Caillau bekerja sama dengan Barners Lee Robert, dan ketika mereka kerja di CERN, sebuah lembaga peneliti fisika energy tinggi di jenewa mencoba untuk menlakukan pengembangan terhadap SGML. Dan akhirnya setelah pemikiran dan perkembangan-perkembangan yang sedemikian rupa rumitnya, lahirlah HTML yang digunakan untuk membuat halaman website. HTML ini pertama kali dipopulerkan oleh browser Mosaic.
Dalam perkembangannya, pada  tahun 1990 bahasa pemformatan ini mengalami perkembangan yang sangat pesat. Sejak tahun 1996, Worl Wide Web Consortium, (WWWC) juga ikut serta dalam melakukan pengembangan dan mengeluarkan versi HTML 3.2. sejak itulah HTML digunakan sebagai bahasa standar internet yang merupakan perangkat dibawah kendali WWWC.
2.      Pengertian HTML
HTML merupakan singkatan dari Hypertext Markup Language. HTML digunakan untuk membangun halaman web. HTML digunakan untuk melakukan mark-up (penandaan) terhadap sebuah dokumen teks. Tanda tersebut digunakan untukmenentukan format atau style dari teks yang ditandai halaman web dibangun oleh  kode-kode HTML.
HTML adalah bahasa markup yang umum digunakan. Kepopuleran HTML disebakan karena HTML ini mudah digunakan. Pembuatan dokumen web dengan  HTML dapat dilakukan dengan mudah dan cepat. Dokumen web dapat tersaji dengan cepat ke banyak pembaca di seluruh dunia sekaligus. HTML mudah melakukan kontrol terhadap tampilan halaman web baik berupa teks, gambar, suara, animasi maupun video.
HTML berupa kode-kode tag yang menginstruksikan browser untuk menghasilkan tampilan sesuai dengan yang diinginkan. Sebuah file yang merupakan file HTML dapat dibuka dengan menggunakan web browser seperti Mozilla Firefox atau Microsoft Internet Explorer. HTML juga dapat dikenali oleh aplikasi pembuka email ataupun dari PDA dan program lain yang memiliki kemampuan browser

3.      Fungsi HTML

HTML seperti yang dijelaskan sebelumnya merupakan bahasa pemrograman berbahasa markup yang digunakan untuk menampilkan halaman website melalui browser. Namun tentu bukan hal iu saja yang dapat dilakukan HTML, berikut ini fungsi dari HTML.
·               Membuat, mendesain, dan mengontrol tampilan dari web page (Halaman Web) dan isinya.
·               Mempublikasikan document secara online sehingga bisa di akses, dilihat dan ditampilkan dari dan ke seluruh dunia.
·               Membuat online form yang bisa di gunakan untuk menangani pendaftaran, transaksi secara online.
·               Menambahkan object-object seperti image, audio, video dan juga java applet (aplikasi java seperti java game dll) dalam document HTML.
·               Membuat link menuju halaman web lain dengan kode tertentu (hypertext).


4.      Struktur HTML
A.        Elemen
          Elemen terdiri atas tiga bagian, yaitu tag pembuka, isi, dan tag penutup.Contonya untuk menampilkan judul dokumen HTML pada web browser digunakan element title, dimana: <title> ini adalah tag pembuka judul dokumen HTML
B.        Tag
           Adalah teks khusus (markup) berupa dua karakter "<" dan ">", sebagai contoh <body> adalah tag dengan nama body. Tag ditulis secara berpasangan, yang terdiri atas tag pembuka dan tag penutup (ditambahkan karakter "/" setelah karakter "<"), sebagai contoh <body> ini adalah tag pembuka isi dokumen HTML, dan </body> ini adalah tag penutup isi dokumen HTML.
C.        Atribut
Atribut mendefinisikan properti dari suatu elemen/tag dari HTML, yang
terdiri atas nama dan nilai



B.     Kesimpulan sementara
      Dari penjelasan di atas dapat diberikan kesimpulan sementara bahwa : HTML membuat, mendesain sebuah tampilan web










BAB III
PENUTUP

A.     Kesimpulan

-                HTML memang bahasa pemrograman web yang mudah di mengerti
-                HTML dapat mempublikasikan document yang dapat dilihat seluruh orang di dunia melaluli web
-                File HTML sebenarnya adalah file teks biasa yang selain berisi informasi yang hendak ditampilkan kepada pengguna
B.     Saran

Saran untuk aplikasi orace adalah diharapkan bagi para programmer agar lebih teiti dalam membuat script HTMl, karena jika satu huruf slah kemungkinan terjadi kesalahan/bug.

C.     Daftar Pustaka

http://muhammadrishak.blogspot.com/2012/10/muhammad-rishak-rasyak.html http://mbegedut.blogspot.com/2012/09/contoh-makalah-dasar-pemrograman-web.html#.UOmIsm_tRnQ


Rabu, 07 November 2012

METODE ILMIAH


Metode Ilmiah
Metode ilmiah atau proses ilmiah merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Ilmuwan melakukan pengamatan serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena alam. Prediksi yang dibuat berdasarkan hipotesis tersebut diuji dengan melakukan eksperimen. Jika suatu hipotesis lolos uji berkali-kali, hipotesis tersebut dapat menjadi suatuteori ilmiah.
Unsur metode ilmiah
Unsur utama metode ilmiah adalah pengulangan empat langkah berikut:
2.   Hipotesis (penjelasan teoretis yang merupakan dugaan atas hasil pengamatan dan pengukuran)
3.   Prediksi (deduksi logis dari hipotesis)
4.   Eksperimen (pengujian atas semua hal di atas)
DNA/contoh
Setiap langkah diilustrasikan dengan contoh dari penemuan strukturDNA:
2.   DNA/hipotesis
3.   DNA/prediksi
Contoh tersebut dilanjutkan pada tahap "Evaluasi dan pengulangan", yaitu DNA/pengulangan.
Karakterisasi
Metode ilmiah bergantung pada karakterisasi yang cermat atas subjek investigasi. Dalam proses karakterisasi, ilmuwan mengidentifikasi sifat-sifat utama yang relevan yang dimiliki oleh subjek yang diteliti. Selain itu, proses ini juga dapat melibatkan proses penentuan (definisi) dan pengamatan;pengamatan yang dimaksud seringkali memerlukan pengukuran dan/atau perhitungan yang cermat. Proses pengukuran dapat dilakukan dalam suatu tempat yang terkontrol, seperti laboratorium, atau dilakukan terhadap objek yang tidak dapat diakses atau dimanipulasi seperti bintang atau populasi manusia. Proses pengukuran sering memerlukan peralatan ilmiah khusus seperti termometer, spektroskop, atau voltmeter, dan kemajuan suatubidang ilmu biasanya berkaitan erat dengan penemuan peralatan semacam itu. Hasil pengukuran secara ilmiah biasanya ditabulasikan dalam tabel, digambarkan dalam bentuk grafik, atau dipetakan, dan diproses dengan perhitungan statistika seperti korelasi dan regresi.

DNA/karakterisasi
Sejarah penemuan struktur DNA merupakan contoh klasik dari empat tahap metode ilmiah: pada tahun 1950 telah diketahui bahwa pewarisan genetikmemiliki deskripsi matematis, diawali oleh penelitian Gregor Mendel, namun mekanisme gen tersebut belumlah diketahui dengan jelas. Para peneliti di laboratorium William Lawrence Bragg di Universitas Cambridge membuat gambar-gambar difraksi sinar-X atas berbagai macam molekul. Berdasarkan susunan kimianya, dirasakan mungkin untuk mengkarakterisasikan struktur fisis DNA dengan gambar sinar-X. Lihat: DNA 2
Karakterisasi
Metode ilmiah bergantung pada karakterisasi yang cermat atas subjek investigasi. Dalam proses karakterisasi, ilmuwan mengidentifikasi sifat-sifat utama yang relevan yang dimiliki oleh subjek yang diteliti. Selain itu, proses ini juga dapat melibatkan proses penentuan (definisi) dan pengamatan;pengamatan yang dimaksud seringkali memerlukan pengukuran dan/atau perhitungan yang cermat. Proses pengukuran dapat dilakukan dalam suatu tempat yang terkontrol, seperti laboratorium, atau dilakukan terhadap objek yang tidak dapat diakses atau dimanipulasi seperti bintang atau populasi manusia. Proses pengukuran sering memerlukan peralatan ilmiah khusus seperti termometer, spektroskop, atau voltmeter, dan kemajuan suatubidang ilmu biasanya berkaitan erat dengan penemuan peralatan semacam itu. Hasil pengukuran secara ilmiah biasanya ditabulasikan dalam tabel, digambarkan dalam bentuk grafik, atau dipetakan, dan diproses dengan perhitungan statistika seperti korelasi dan regresi. Pengukuran dalam karya ilmiah biasanya juga disertai dengan estimasi ketidakpastian hasil pengukuran tersebut. Ketidakpastian tersebut sering diestimasikan dengan melakukan pengukuran berulang atas kuantitas yang diukur
DNA/hipotesis
Sebagai contoh, dalam usaha untuk menentukan struktur DNA,Francis Crick dan James Watson menghipotesiskan bahwa molekul tersebut memiliki struktur heliks: dua spiral yang saling memilin. Linus Pauling yang baru akan melakukan studi serius terhadap molekul tersebut menghipotesiskan struktur heliks ganda tiga. Lihat: DNA 1|...DNA 3
Prediksi dari hipotesis
Hipotesis yang berguna akan memungkinkan prediksi berdasarkan deduksi. Prediksi tersebut mungkin meramalkan hasil suatu eksperimen dalam laboratorium atau pengamatan suatu fenomena di alam. Prediksi tersebut dapat pula bersifat statistik dan hanya berupa probabilitas. Hasil yang diramalkan oleh prediksi tersebut haruslah belum diketahui kebenarannya (apakah benar-benar akan terjadi atau tidak). Hanya dengan demikianlah maka terjadinya hasil tersebut menambah probabilitas bahwa hipotesis yang dibuat sebelumnya adalah benar. Jika hasil yang diramalkan sudah diketahui, hal itu disebut konsekuensi dan seharusnya sudah diperhitungkan saat membuat hipotesis. Jika prediksi tersebut tidak dapat diamati, hipotesis yang mendasari prediksi tersebut belumlah berguna bagi metode bersangkutan dan harus menunggu metode yang mungkin akan datang. Sebagai contoh, teknologi atau teori baru boleh jadi memungkinkan eksperimen untuk dapat dilakukan.

DNA/prediksi
Setelah Watson dan Crick menghipotesiskan bahwa DNA merupakan heliks ganda, Francis Crick memprediksikan bahwa gambar difraksisinar-X DNA akan menunjukkan suatu bentuk huruf X. Lihat: DNA 1 |...DNA 4
Eksperimen
Setelah prediksi dibuat, hasilnya dapat diuji dengan eksperimen. Jika hasil eksperimen bertentangan dengan prediksi, maka hipotesis yang sedak diuji tidaklah benar atau tidak lengkap dan membutuhkan perbaikan atau bahkan perlu ditinggalkan. Jika hasil eksperimen sesuai dengan prediksi, maka hipotesis tersebut boleh jadi benar namun masih mungkin salah dan perludiuji lebih lanjut. Hasil eksperimen tidak pernah dapat membenarkan suatu hipotesis, melainkan meningkatkan probabilitas kebenaran hipotesis tersebut. Hasil eksperimen secara mutlak bisa menyalahkan suatu hipotesis bila hasil eksperimen tersebut bertentangan dengan prediksi dari hipotesis. Bergantung pada prediksi yang dibuat, berupa-rupa eksperimen dapat dilakukan. Eksperimen tersebut dapat berupa eksperimen klasik di dalamlaboratorium atau ekskavasi arkeologis. Eksperimen bahkan dapat berupa mengemudikan pesawat dari New York ke Paris dalam rangka menguji hipotesis aerodinamisme yang digunakan untuk membuat pesawat tersebut. Pencatatan yang detail sangatlah penting dalam eksperimen, untuk membantu dalam pelaporan hasil eksperimen dan memberikan bukti efektivitas dan keutuhan prosedur yang dilakukan. Pencatatan juga akan membantu dalam reproduksi eksperimen.
DNA/eksperimen
Ketika James Watson meneliti apa yang telah ditemukan Rosalind Franklin pada gambar difraksi sinar-X DNA buatannya, Watson melihat bentuk huruf X yang telah diprediksikan Crick sebagai struktur heliks.Lihat: DNA 1 | ...DNA/pengulangan
Evaluasi dan pengulangan
Proses ilmiah merupakan suatu proses yang iteratif, yaitu berulang. Padalangkah yang manapun, seorang ilmuwan mungkin saja mengulangi langkah yang lebih awal karena pertimbangan tertentu. Ketidakberhasilan untuk membentuk hipotesis yang menarik dapat membuat ilmuwan mempertimbangkan ulang subjek yang sedang dipelajari. Ketidakberhasilan suatu hipotesis dalam menghasilkan prediksi yang menarik dan teruji dapat membuat ilmuwan mempertimbangkan kembali hipotesis tersebut atau definisi subjek penelitian. Ketidakberhasilan eksperimen dalam menghasilkan sesuatu yang menarik dapat membuat ilmuwan mempertimbangkan ulang metode eksperimen tersebut, hipotesis yang mendasarinya, atau bahkan definisi subjek penelitian itu. Dapat pula ilmuwan lain memulai penelitian mereka sendiri dan memasuki proses tersebut pada tahap yang manapun. Mereka dapat mengadopsi karakterisasi yang telah dilakukan dan membentuk hipotesis mereka sendiri, atau mengadopsi hipotesis yang telah dibuat dan mendeduksikan prediksi mereka sendiri. Sering kali eksperimen dalam proses ilmiah tidak dilakukan oleh orang yang membuat prediksi, dan karakterisasi didasarkan pada eksperimen yang dilakukan oleh orang lain.

DNA/pengulangan
Watson dapat mendeduksikan struktur utama DNA dengan menggunakan model konkret bentuk fisik nukleotida yang menyusun DNA. Dia menggunakan acuan panjang ikatan kimia yang telah dideduksikan oleh Linus Pauling. Diawali dengan penemuan olehJames Watson dan Francis Crick tersebut, lahirlah bidang ilmu baru:biologi molekular. Lihat: DNA 1

Pengertian, Karakteristik dan Langkah - Langkah Metode Ilmiah

Pengertian Metode Ilmiah

Metode ilmiah atau proses ilmiah merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Ilmuwan melakukan pengamatan serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena alam. Prediksi yang dibuat berdasarkan hipotesis tersebut diuji dengan melakukan eksperimen. Jika suatu hipotesis lolos uji berkali-kali, hipotesis tersebut dapat menjadi suatu teori ilmiah.

Karakterisasi

Metode ilmiah bergantung pada karakterisasi yang cermat atas subjek investigasi. Dalam proses karakterisasi, ilmuwan mengidentifikasi sifat-sifat utama yang relevan yang dimiliki oleh subjek yang diteliti. Selain itu, proses ini juga dapat melibatkan proses penentuan (definisi) dan pengamatan; pengamatan yang dimaksud seringkali memerlukan pengukuran dan/atau perhitungan yang cermat. Proses pengukuran dapat dilakukan dalam suatu tempat yang terkontrol, seperti laboratorium, atau dilakukan terhadap objek yang tidak dapat diakses atau dimanipulasi seperti bintang atau populasi manusia. Proses pengukuran sering memerlukan peralatan ilmiah khusus seperti termometer, spektroskop, atau voltmeter, dan kemajuan suatu bidang ilmu biasanya berkaitan erat dengan penemuan peralatan semacam itu. Hasil pengukuran secara ilmiah biasanya ditabulasikan dalam tabel, digambarkan dalam bentuk grafik, atau dipetakan, dan diproses dengan perhitungan statistika seperti korelasi dan regresi. Pengukuran dalam karya ilmiah biasanya juga disertai dengan estimasi ketidakpastian hasil pengukuran tersebut. Ketidakpastian tersebut sering diestimasikan dengan melakukan pengukuran berulang atas kuantitas yang diukur

Langkah-langkah

yang ditempuh dalam metode ilmiah adalah sebagai berikut:

1. Perumusan masalah
Perumusan masalah adalah langkah awal dalam melakukan kerja ilmiah. Masalah adalah kesulitan yang dihadapi yang memerlukan penyelesaiannya atau pemecahannya. Masalah penelitian dapat di ambil dari masalah yang ditemukan di lingkungan sekitar kita, baik benda mati maupun makhluk hidup. Misalnya, saat kamu berada di pantai dan mengamati ombak di lautan. Pada saat itu di pikiranmu mungkin timbul pertanyaan, mengapa terjadi ombak? Atau, bagaimanakah cara terjadinya ombak?
Untuk dapat merumuskan permasalahan dengan tepat, maka perlu melakukan identifikasi masalah.Agar permasalahan dapat diteliti dengan seksama, maka perlu dibatasi. Pembatasan diperlukan agar kita dapat fokus dalam menyelesaikan penelitian kita.
Hal-hal yang harus diperhatikan di dalam merumuskan masalah, antara lain sebagai berikut :
a. Masalah hendaknya dapat dinyatakan dalam bentuk kalimat Tanya.
b. Rumusan masalah hendaknya singkat, padat, jelas dan mudah dipahami. Rumusan masalah yang terlalu panjang akan sulit dipahami dan akan menyimpang dari pokok permasalahan.
c. Rumusan masalah hendaknya merupakan masalah yang kemungkinan dapat dicari cara pemecahannya. Permasalahan mengapa benda bergerak dapat dicari jawabannya dibandingkan permasalahn apakah dosa dapat diukur. 

2. Perumusan hipotesis
Ketika kita mengajukan atau merumuskan pertanyaan penelitian, maka sebenarnya pada saat itu jawabanya sudah ada dalam pikiran. Jawaban tersebut memang masih meragukan dan bersifat sementara, akan tetapi jawaban tersebut dapat digunakan untuk mengarahkan kita untuk mencari jawaban yang sebenarnya. Pernyataan yang dirumuskan sebagai jawaban sementara terhadap pertanyaan penelitian disebut sebagai hipotesis penelitian. Hipotesisi penelitian dapat juga dikatakan sebagai dugaan yang merupakan jawaban sementara terhadap masalah sebelum dibuktikan kebenarannya. Oleh karena berupa dugaan maka hipotesis yang kita buat mungkin saja salah. Ileh karena itu, kita harus melakukan sebuah percobaan untuk menguji kebenaran hipotesis yang sudah kita buat

3. Perancangan penelitian
Sebelum dilakukan penelitian terlebih dahulu harus dipersiapkan rancangan penelitiannya. Rancangan penelitian ini berisi tentang rencana atau hal-hal yang harus dilakukan sebelum, selama dan setelah penelitian selesai. Metode penelitian, alat dan bahan yang diperlukan dalam penelitian juga harus disiapkan dalam rancangan penelitian.
Penelitian yang kita lakukan dapat berupa penelitian deskriptif maupun penelitian eksperimental. Penelitian deskripsi merupakan penelitian yang memberikan gambaran secara sistematis, factual dan akurat mengenai fakta dan sifat-sipat objek yang diselidiki. Contoh dari penelitian deskriptif, misalnya penelitian untuk mengetahui populasi hewan komodo yang hidup di Pulau komodo pada tahun 2008.
Adapun penelitian eksperimental merupakan penelitian yang menggunakan kelompok pembanding. Contoh penelitian eksperimental, misalnya penelitian tentang perbedaan pertumbuhan tanaman di tempat yang terkena matahari dengan pertumbuhan tanaman di tempat yang gelap.
Selain rancangan penelitian, terdapat beberapa faktor lain yang juga harus diperhatikan. Faktor pertama adalah variabel penelitian, sedangkan yang kedua adalah populasi dan sampel. Variabel merupakan faktor yang mempengaruhi hasil penelitian. Populasi merupakan kumpulan/himpunan dari semua objek yang akan diamati ketika melakukan penelitian, sedangkan sampel merupakan himpunan bagian dari populasi. Di dalam penelitian, variabel dapat dibedakan menjadi :
a. Variabel bebas yaitu variabel yang sengaja mengalami perlakuan atau sengaja diubah dan dapat menentukan variabel lainnya (variabel terikat)
b. Variabel terikat yaitu variabel yang mengalami perubahan dengan pola teratur (dipengaruhi oleh variabel bebas)
c. Variabel control yaitu variabel yang digunakan sebagai pembanding dan tidak mengalami perlakuan atau tidak diubah-ubah selama penelitian.

4. Pelaksanaan penelitian 
langkah langkah pelaksanaan penelitian adalah sebagai berikut : 
a. Persiapan penelitian biasanya diwujudkan dalam pembuatan rancangan penelitian. Alat, bahan, tempat, waktu dan teknik pengumpulan data juga harus dipersiapkan dengan baik.
b. Pelaksanaan 
1. Pengumpulan/pengambilan data
a) Data kualitatif merupakan data yang diperoleh dari hasil pengamatan dengan menggunakan alat indra, seperti indra penglihatan (mata), indra penciuman (hidung), indra pengecap (lidah), indra pendengaran (telinga), dan indra peraba (kulit). Contohnya adalah ketika kita melakukan pengamatan buah mangga maka data kualitatif yang dapat kita peroleh adalah mengenai rasa buah, warna kulit, dan daging buah, serta wangi atau aroma buah.
b) Data kualitatif merupakan data yang diperoleh dari hasil pengukuran sehingga akan diperoleh data berupa angka-angka. Contohnya adalah data mengnai berat buah mangga,ketebalan daging buah, diameter buah mangga.
2. Pengolahan data, setelah data-data yang kita perlukan berhasil dikumpulkan maka tahapan selanjutnya adalah melakukan pengolahan atau analisis data. Data yang kita peroleh dapat ditulis atau kita nyatakan dalam beberapa bentuk, seperti table, grafik dan diagram.
3. Menarik kesimpulan, setelah pengolahan data melalui analisis selesai dilakukan maka kita dapat mengetahui apakah hipotesis yang kita buat sesuai dengan hasil penelitian atau mungkin juga tidak sesuai. Selanjutnya kita dapat mengambil kesimpilan dari penelitian yang telah kita lakukan. Kesimpulan yang kita peroleh dari hasil penelitian dapat mendukung hipotesis yang kita buat, tetapi kesimpulan yang kita ambil harus dapat menjawab permasalahan yang melatarbelakangi penelitian.

5. Pelaporan penelitian
Sistematika penyusunan laporan penelitian
a. Pendahuluan, bagian pendahuluan merupakan bagian awal dari laporan hasil penelitian dan berisi tentang latar belakang dilaksanakannya penelitian, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan hipotesis
b. Telaah kepustakaan/kajian teori, bagian kajian teori merupakan bagian yang berisi tentang hasil telaah yang dilakukan oleh peneliti terhadap teori dan hasil-hasil penelitian terdahulu yang berhubungan dengan penelitian yang dilakukan.
c. Metode penelitian, berisi segala sesuatu yang dilakukan oleh peneliti mulai dari persiapan, pelaksanaan dan akhir dari sebuah penelitian. Bagian metode penelitian berisi tentang teknik pengambilan data, cara atau teknik pengolahan data, populasi dan sampel, alat, bahan, tempat dan waktu penelitian.
d. Hasil dan pembahasan penelitian, berisi tentang data hasil penelitian yang berhasil dikumpulkan selama penelitian. Data yang diperoleh disampaikan dalam bentuk grafik, tabel , atau diagram.
e. Kesimpulan dan saran, berisi tentang kesimpulan yang dihasilkan merupakan jawaban terhadp hipotesis yang sudah diuji kebenarannya. Saran dari peneliti kepada pihak lain, yaitu pembaca dan bagi peneliti lainnya untuk melakukan penelitian-penelitian selanjutnya.


sumber : wikipedia